|
![]() |
![]() |
|
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|
Melihat Hidup dalam Pandangan Berbeda. Melihat Hidup dalam Pandangan Berbeda. Sumber dari: www.indocentre.com
Suatu pasangan yang berusia lanjut memiliki dua orang anak perempuan. Putri tertua menikah dengan seorang pria yang menjual payung, sementara putri bungsunya menikah dengan menjual topi anyaman. Oleh karena itu, jika cerah sang ibu berkata, “oh, hari ini tidak menguntungkan bagi menantu pertamaku,” namun jika hari hujan, ia juga mengeluh, “Tak ada orang yang akan membeli topi anyaman menantu keduaku.” Perempuan itu tidak pernah merasa bahagia jika hari hujan ataupun jika matahari bersinar terang. Namun suaminya melihat hal tersebut dari sudut yang berbeda. Ia tetap merasa senang baik dikala hari hujan maupun dikala hari cerah. Pada saat hari cerah, ia akan berpikir bahwa menantu keduanya akan menjual banyak topi anyaman, dan ketika hari hujan menantu pertamanya akan banyak menjual payung dagangannya.Pada kenyataannya, kebahagiaan itu tergantung pada kita menyikapi sesuatu yang pernah berasa jauh dari kita. Semuanya bergantung pada perasaan kita yang merasa puas atau tidak. Sumber: Buku kebijaksanaan China sehari-hari (dikomplikasi oleh: Cheng Qinhua)
|
| ||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||